Feeds:
Posts
Comments

Archive for March, 2012

Thailand day #4

Sabtu, 18 Feb 2012

Pagi sekali kami sudah bersiap karena akan terbang kembali ke bangkok, agak sulit mencari taxi atau bus menuju airport sepagi itu, untungnya ada 1 tour yang sudah buka dan kami menyewa 1 taxi menuju bandara seharga 600B. Karena jalanan masih kosong, kami tiba tepat waktu di bandara dan kami langsung berlari menuju waiting room, tidak lama menunggu, kami pun dipanggil boarding.

Tiba di bangkok, kami mengambil semua map yang tersedia di bandara, lalu pergi ke basement untuk naik mrt dari bandara menuju stasiun Ratchathewi, harga tiket 45B dan bisa dibeli langsung di mesin tiket yang letaknya di dekat pintu masuk lantai basement bandara. Untuk mencapai stasiun Ratchathewi, kami harus bertukar mrt, dari stasiun bandara berhenti di stasiun paling terakhir Phaya Thai, lalu lanjut dengan mrt ke Ratchathewi, tidak sampai 30 menit, kami sudah sampai. Dari stasiun ke hotel kami The Residence Rajtaevee kami berjalan kaki sekitar 10 menit, hotel ini sangat saya rekomendaasikan karena letaknya yang strategis dan harganya terjangkau, dekat dengan 7/11, ke Siam hanya berjalan kaki begitu juga untuk ke Platinum. Sampai hotel kami meletakan tas, lalu keluar mencari makan siang di warung mie terdekat seharga 30B. Selesai makan siang kami naik tuk tuk menuju Chao Praya river untuk menaiki long tail boat mengelilingi sungai Chao Praya. Harga sewa 1 kapal 500B/orang, waktu yang dihabiskan kurang lebih 1 jam. Selama perjalanan di sungai saya sangat takut dengan ombaknya yang cukup mengguncang kapal, membuat kami terombang ambing sepanjang perjalanan, yang saya heran, darimana asal ombak di sungai ini? kenapa bisa begitu besar sampai saya merasa seperti sedang di laut. Sungai Chao Praya sendiri sebenarnya tidak seberapa menarik, airnya sangat coklat mungkin karena tanah atau karena kotor, lalu pemandangannya juga tidak begitu bagus. Ditengah perjalanan sungai, kami melewati floating market yang seperti bukan pasar, karena hanya ada kurang lebih 5 pedagang yang berjualan di atas perahu mereka. Di akhir perjalanan long tail, kami diturunkan di Wat Arum, beristirahat dan berfoto-foto disana, lalu menyebrang ke Wat Pho dengan menaiki kapal yang harga tiketnya 3B. Sampai di seberang kami berjalan mengikuti keramaian, saat itu sudah pukul 5 sore dan saat kami tiba di loket tiket ke Wat Pho yang ternyata sudah tutup tepat pukul 5 sore. Akhirnya kami pun berjalan menyusuri trotoar dan tidak sengaja menemukan pasar tradisional yang menjual banyak jajanan, tak tahan saya membeli es kacang merah, jajanan yang bentuknya seperti sosis, lalu saya membeli kain seharga 200B. Β Kelelahan, kami pulang ke hotel dengan taxi argo sekitar 80B. Setelah bersih-bersih, kami melanjutkan malam kami dengan tujuan Chatucak market, saat naik taxi, ternyata si supir bilang kalau di hari sabtu pasar sudah tutup pada pukul 6 sore, dan dia menawarkan untuk ke pasar malam Pha Thong, disini kami membeli oleh-oleh seperti kaos, dompet, gantungan kunci, atau pajangan. Harga kaus bisa ditawar sampai 120B per buah, dompet kecil yg isinya 4-5 harga 100B, gantungan kunci emas gajah harga 100B, disini penjual memberikan harga yang sangat tinggi di awal, kita harus membagi 3, dan agak ngotot sedikit atau pura-pura tidak tertarik walaupun biasanya mereka ngomel diawal, yang saya sukai dari pedagang di Thailand adalah mereka tidak pernah memaksa calon pembelinya untuk membeli barang yang sedang ditawar, bila memang tidak ditemukan harga yang cocok, maka mereka tidak akan memaksa. Selesai belanja, kami mencari tempat makan malam, kami menemukan steak resto, dan saya lagi lagi memesan tom yam. Setelah makan kami pulang dengan taxi kembali ke hotel.

Read Full Post »

Thailand day #5

Minggu, 19 Feb 2012

Hari terakhir di Thailand-Bangkok belum lengkap rasanya kalau belum belanja, karena kemarin gagal ke chatucak, hari ini kami putuskan ke Platinum Mall yang letaknya dekat dengan hotel. Pertama kami check out dulu karena pasti belanja lebih dari jam 12 siang, lalu kami berjalan kaki menuju Platinum Mall. Perjalanan hanya mengahabiskan waktu sekitar 15 menit, sepanjang perjalanan banyak toko-toko yang rata-rata menjual baju. Sampai di Platinum, kami mengambil map mall dan langsung ke lantai yang berisi toko oleh-oleh, di lantai 5 kami menemukan toko kaos yang bernama LineThai, modelnya seperti distro, dia menjual kaos khas thailand tapi hasil design sendiri jadi tidak pasaran seperti kaos khas oleh-oleh, harga sekitar 200B/buah dan kualitas bahannya lebih bagus daripada kaos yang biasa, saya sukses membeli 5 buah kaos di toko ini. Selesai beli kaos, kami ke toko yang lumayan besar letaknya di belakang, saya membeli dompet kecil isi 4 seharga 100B, pajangan tulisan Thailand emas perak seharga 250B, dompet agak besar seharga 200B/buah. Setelah selesai membeli oleh-oleh, kami ke lantai bawah untuk mampir ke toko-toko baju. Model-model baju yang dijual lebih ke gaya baju-baju korea dengan harga yang super murah, 1 dress kisaran harga antara 100-200B per buah yang kalu dirupiahkan kisaran 30-60ribu, lebih murah daripada harga baju di mangga dua yang pasti lebih dari 100ribu. Setelah puas melihat-lihat di lantai baju, kami mampir ke toko tas di lantai 2, saat mengitari mall ini, hanya 1 toko tas ini yang saya lihat. Tas yang dia jual harganya kisaran 600-850B, lumayan murah bila dibandingkan dengan kualitas kulit tasnya yang menurut saya lumayan lembut. Di toko ini saya berhasil memborong 4 tas :))

Waktu sudah agak sore, nancy harus segera kembali ke hotel karena pesawatnya pukul 5sore, sedangkan saya dan venny lanjut ke Siam Paragon untuk makan sore mie kari dan mencoba bir khas Thailand bernama Singha. Selesai makan siang, kami berfoto sebentar di air mancur yang ada di dalam mall, lalu berjalan kaki kembali ke hotel. Dari hotel ke airport kami naik tuk tuk ke stasiun, lalu naik mrt dengan jalur sama dengan waktu kedatangan kami. Saat tiba di airport, waktu masih agak panjang sampai waktu keberangkatan kami, sehingga kami menyempatkan untuk mampir ke toko duty free yang berada di sepanjang perjalanan menuju gate 9. Jangan khawatir bila tidak sempat membeli oleh-oleh di bangkok, karena di bandara ini semua barang oleh-oleh tersedia, dengan harga yang tidak jauh beda dengan harga dipasar, saya sendiri berhasil membeli parfum. Saat asyik melihat-lihat, tak terasa sudah final call dan kami pun berangkat ke waiting room. See you Thailand!

Read Full Post »

Thailand day #3

Jumat, 17 Feb 2012

Rencana hari ini kami akan mengikuti tour yang telah kami pesan sebelumnya dari AirAsia GoΒ tour ke Phi Phi island dengan speed boat. Pukul 8 pagi kami sudah check out dan sambil menunggu dijemput kami sarapan. Agak terlambat dari jadwal, kami baru dijemput pukul 9 pagi. Diantar ke tempat berkumpul di salah satu darmaga di Ao Nang, perjalanan pun di mulai. Saya agak lupa dengan nama-nama pantai yang kami lewati, tapi ini beberapa fotonya.

Snorkling di 2 tempat, biota laut sudah banyak yang mati. Snorkling yang kedua cukup melelahkan karena ombak sudah mulai besar dan kami berenang melawan arus. Maya beach yang saya nantikan airnya berwarna hijau toska dan berpasir putih, bagus sebenarnya tapi ramai sekali. Tur diakhiri pukul 5, kami segera kembali ke Ao Nang Cosy Hotel untuk bersiap makan malam di Ao Nang Seafood.

Read Full Post »

Thailand day #2

Kamis, 16 Feb 2012

Keesokan paginya, kami dibangunkan pukul 4 subuh, karena akan naik pesawat ke Krabi pukul 6 pagi. Kami sudah memesan taxi dari hotel untuk mengantar kami ke bandara seharga 150B. Sesampai di bandara, tepat pukul 06.35 pesawat take off. Perjalanan hanya 1.5 jam, pukul 8 pagi kami sudah sampai di bandara Krabi. Bandara ini tampak sangat berbeda dengan Bangkok, sangat kecil dan sepi, saat keluar dari pesawat kanan kiri hanya terlihat tanah merah gersang, di lobi bandara, loket penjualan tiket berjejer, mereka menjual tiket bus, taxi, paket tour, hotel, sewa mobil, dll, kami membeli tiket bus seharga 150B. Perjalanan dari bandara ke tempat penginapan kami berlangsung 1 jam, diantar sampai didepan hotel. Kesan pertama saat baru diturunkan dari bus, ‘mana hotelnya?’ yang terlihat hanya pohon rindang dan tebing, mungkin itu alasan kenapa hotel ini dinamakan Ao Nang Cliff View Resort. Selesai check in dan bersih-bersih, kami menaiki shuttle hotel ke Ao Nang beach. Tidak sampai 10 menit, kami sudah sampai di pantai, hal pertama yang kami cari tentunya makan siang! Setelah menyisiri jalan, kami memutuskan makan siang di La Ca Sa resto yang letaknya di depan pantai, saya memesan Tom Yam, nikmatnya. Setelah kenyang, kami lanjut berjalan kaki menyisiri jalan, suasanya mirip Legian Bali, tapi dengan trotoar yang lebih besar dan lebih bersih. Sepanjang jalan itu, saya berhasil belanja bikini seharga 200B, maxi dress merak seharga 250B, dan topi seharga 150B. Senangnya! Setelah berbelanja kami berjalan menyusuri pantai Ao Nang dan mencari spot yang enak untuk tidur siang. Sambil menunggu venny thai massage, saya dan nancy bersantai di pantai sambil minum kelapa seharga 50B. Hari sudah agak sore, kami kembali ke hotel untuk berenang di kolamnya yang letaknya persis di bawah tebing, sungguh tempat relaksasi yang nyaman.

Malamnya, kami sudah berdandan rapi dan siap untuk makan malam. Ternyata tidak hanya kami yang berdandan rapi, semua orang dari hotel kami berdandan lebih rapi daripada saat siang. Untuk makan malam kami memilih tempat yang sama dengan tadi siang La Ca Sa restaurant, tapi dengan menu yang beda. Kali ini kami ingin mencoba pizza bakar, lasagna, dan bruchetta. Pizza bakarnya enak, begitu juga dengan lasagna, tapi kami tidak cocok dengan bruchetta yang terasa asam karena diisi buah tomat. Sambil menikmati suasana, tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 10 malam, kami pun beranjak ke tempat shuttle dan pulang kembali ke hotel.

Read Full Post »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.